Buku harian investor

0 814

Mengapa trader perlu punya buku harian?

Misalnya Anda masih belum berhasil menghasilkan uang dan terus kehilangan uang waktu trading, Anda sangat perlu punya kebiasaan menulis di buku harian trader. Semua trader profesional juga mendukung hal ini.

Mengapa kita perlu punya buku harian?

Untuk membuat kemajuan

Bila Anda mencatat setiap transaksi di buku harian (jurnal), dalam waktu seminggu atau dua minggu Anda bukan hanya ingat perasaan dan emosi Anda, Anda juga akan melihat langkah yang sudah diambil sehingga bisa menciptakan atmosfer positif untuk trading selanjutnya.

Adalah buku harian yang membantu seorang trader mengubah pengalaman trading satu hari menjadi pengalaman trading sepuluh hari. Anda bisa membacanya dalam buku “One Good Trade” karya Mike Bellafiore.

Memudahkan pekerjaan Anda

Pemahaman obyektif tentang hubungan antara keberhasilan dan kegagalan di masa lalu memungkinkan kita merancang performa gemilang di masa mendatang. Intuisi apa pun adalah berdasarkan pengalaman seseorang. Bila Anda benar-benar ingin belajar dan berhasil di pasar finansial, Anda harus mencatat pencapaian dan ketidakberuntungan Anda secara rutin.

Banyak trader yang menertawakan kebiasaan mencatat ini. Mereka bilang kalau mereka masih bisa mengingat semuanya dengan sempurna, dan kebiasaan itu buang-buang waktu saja. Namun bukankah konyol kalau Anda terus kehilangan deposit Anda, menandai waktu, marah-marah, dan menyerah ketika Anda sudah setengah jalan?  

Trading itu kerja keras. Mencatat di buku harian trader adalah bagian penting yang dapat memfasilitasi pekerjaan Anda secara signifikan. Sama seperti manajemen risiko, manajemen keuangan, dan rencana trading, tampaknya sulit Anda bisa berhasil tanpa kebiasaan ini.

Mengendalikan keuangan dan emosi Anda

Siapa saja sebaiknya mulai mencatat di buku harian trader sejak hari pertama awal karirnya di dunia trading, yaitu segera setelah Anda membuka akun di broker. Bagaimana cara yang tepat? Tidak sulit kok, yaitu:

  • Tulis strategi trading dan aturan entri yang harus Anda taati, jumlah posisi per hari dan per bulan, risiko sebuah posisi dan indikator yang Anda pakai. Buat screenshot tiap transaksi dan penjelasan tentangnya.
  • Telusuri kondisi emosi Anda sebelum, selama, dan setelah trading. Takut, rakus, gembira, marah … Perasaan trader adalah sangat penting. Bebaskan diri untuk menulis apa saja yang Anda rasakan dan pikirkan!
  • Ringkas hasilnya secara teratur setiap akhir minggu atau di akhir setiap bulan. Hitung jumlah posisi yang berhasil dan yang tidak. Carilah mana pasangan mata uang yang paling bawa profit dan sebaliknya. Mana timeframe dan tanggal ekspirasi yang memberikan hasil lebih baik. Analisalah screenshoot, dan teliti mana sinyal-sinyal palsu.

Sebagai hasilnya, Anda akan memperoleh gambaran lebih jelas tentang proses trading Anda. Anda akan melihat mana posisi yang bawa profit dan mengapa, dan mengapa pula Anda bisa dan sebaiknya membukanya lagi.

Hal yang sama berlaku untuk transaksi negatif atau transaksi gagal profit. Analisalah transaksi negatif, selanjutnya Anda akan semakin sedikit membuat kesalahan yang sejenis.

Setia pada tujuan Anda

Tulislah tujuan Anda. Anda akan mengingatnya setiap kali Anda membaca buku harian trading. Anda akan ingat mengapa Anda mengambil langkah ini dan mengapa Anda berhenti di titik tertentu di tengah perjalanan.

Penting untuk diingat bahwa seseorang menulis buku harian untuk dirinya sendiri. Anda harus punya keinginan untuk melakukannya, juga memahami apa yang Anda butuhkan darinya. Mencoba bekerja dengan jurnal untuk sekedar formalitas tidak ada manfaatnya. Jangan membuang-buang waktu Anda.

________________________________________

Apakah Anda akan mencatat di buku harian atau tidak, itu terserah Anda. Semua tergantung pada tujuan dan rencana Anda. Anda bisa saja tidak profit dan juga tidak loss, atau Anda akan terus loss … Atau Anda bisa terus melangkah di jalur trading profesional dan membuat kemajuan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.