Faktor waktu

0 670

Tahukah Anda, kegagalan apa yang paling bikin frustasi? Yaitu kegagalan yang sudah diprediksi sebelumnya.

Ini adalah situasi yang biasa terjadi di pasar finansial. Seringkali, seorang trader non profesional akan merasa sangat marah dan melemparkan kesalahan ke mana-mana. Akan tetapi, seorang trader profesional akan mencoba menelusuri penyebabnya.

Pada artikel ini kami akan mengulas tentang “faktor waktu” dan dampaknya pada transaksi dari sudut pandang pendekatan sistemik dan non sistemik dalam trading.

Misalnya Anda sudah melakukan analisa situasi pasar secara menyeluruh dan harga sebuah aset di pasar tampaknya akan naik. Situasi harga secara keseluruhan sesuai dengan sistem trading yang dipilih.

Anda menentukan titik penutupan, mengevaluasi peluang profit dan loss, lalu memutuskan untuk membelinya. Namun, waktu berlalu dan Anda melihat ternyata situasi pasar tidak sesuai rencana. Harapan mendapat profit mulai “terbang” dari depan mata.

Menurut kami, situasi semacam inilah yang akan membedakan mana trader berpengalaman dan mana yang masih dalam tahap coba-coba. Tipe trader kedua biasanya mencoba menghasilkan uang sebanyak mungkin dengan cara termudah. Selanjutnya, ia akan“mentransaksikan emosi”.

Beberapa trader akan membuka posisi baru untuk melepaskan emosi mereka pada harga berapa pun. Yang lainnya akan mencari sesuatu untuk mendukung ketepatan prediksi mereka, misalnya dengan membaca analitik atau “mempengaruhi” pasar. Ada juga yang bergegas meninggalkan medan pertempuran, merasa sudah gagal dan tak ada harapan. Ada kalanya situasi pasar berbalik arah dan peluang profit bertambah setelah tindakan-tindakan di atas.

Seorang trader profesional dapat diidentifikasi dengan mudah pada contoh di atas, berdasarkan sikap metodisnya dalam pengambilan keputusan.

Asal tahu saja, keteraturan bukan situasi yang harus tanpa emosi. Di satu sisi, selalu ada rencana yang sebaiknya jadi pedoman seseorang. Ini adalah esensi pendekatan sistematik. Di sisi lain, pasar membutuhkan sedikit fleksibilitas.

Mari kita ingat apa yang dikatakan E. Naiman: “Anda perlu mengkhianati kelompok pecundang dengan cara bergabung di kelompok pemenang.” Oleh karena itu, sebelum level loss yang diprediksikan menjadi kenyataan, seorang trader profesional akan beristirahat sejenak dari sistem dan mencoba menganalisa ulang situasi. Hal ini termasuk mendengarkan perasaannya (kami akan membahas tentang bagaimana menganalisa sinyal tubuh di artikel selanjutnya).

Bila analisa ulang membenarkan kesimpulan sebelumnya, trader akan tetap pada keputusan yang telah diambil. Namun bila analisa menunjukkan peluang adanya hasil yang berlawanan, posisi akan ditutup sebelum loss mencapai batasnya.

Inilah poin penting untuk memahami esensi pendekatan sistemik dan non sistemik dalam trading. Pelanggaran terhadap peraturan yang kita buat sendiri kadang-kadang boleh dilakukan. Tetapi sebaiknya pelanggaran itu adalah sebuah pengecualian (opini pembeda), yang hanya bisa dilakukan setelah melalui serangkaian pengalaman.

Sebelum hal itu bisa dilakukan, Anda perlu memanfaatkan pendekatan sistemik agar tidak “mentransaksikan emosi”. Walaupun kadang sulit, cobalah ikuti sistem trading Anda.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.