Indikator “Moving Average”

0 658

Moving Average (MA) adalah indikator tren dalam analisa teknikal yang menjadi dasar segala strategi trading. Indikator ini berupa sebuah garis pada chart yang menunjukkan rata-rata nilai aset pada suatu periode waktu.

Periode waktu adalah variabel kunci moving average, karena menentukan besaran angka yang digunakan untuk penghitungan.

Jenis moving average dan periode waktu yang digunakan (disebut periode pembentukan, jendela, atau durasi pergerakan) ditentukan oleh trader dan tergantung pada strategi trading.

 

Pembentukan dan analisa


 

Dalam upaya membentuk moving average dan menggunakannya dalam analisa, Anda dapat menggunakan harga saham, harga pembukaan, harga penutuoan, harga tertinggi, harga terendah, harga rata-rata, atau harga rata-rata terbesar. Tapi sebagian besar trader biasanya menggunakan harga penutupan.

Moving average memiliki beraneka ragam variasi. Kita akan mengutamakan dua di antaranya yang paling sering digunakan di platform Olymp Trade:

1. SMA. Simple moving average.
2. EMA. Exponential moving average.

Semua moving average pada gambar adalah MA periode 10 (periode yang diatur secara default).

Indikator “Moving Average”

SMA dan EMA berbeda satu sama lain dalam hal kalkulasi (formula) harga rata-rata. Oleh sebab itu, moving average yang berbeda tampak tidak sama pada periode yang sama.

 

Cara menggunakan


 

1. Bagaimana cara menggunakannya untuk menentukan arah tren? Bila moving average sedang naik, jelas posisi buy yang masuk akal. Bila moving average turun, maka lebih baik membuka posisi sell. Dalam hal ini, poin entri dan keluar dari pasar ditentukan juga oleh strategi lain, misalnya “sliding averages” (berdasarkan garis MA yang bergerak lebih cepat).

2. Pembalikan arah naik Moving Average dengan lereng positif chart harga dianggap sebagai sinyal permulaan tren naik. Pembalikan arah turun Moving Average dengan lereng negatif chart harga dianggap sebagai sinyal permulaan tren turun.

3. Periode bulat Moving Average (50, 100, 200) dapat dianggap sebagai level dinamis support dan resistance.

4. Tergantung apakah moving average pada periode menunjukkan arah naik atau arah turun, traders dapat menelusuri tren naik dan tren turun dalam: jangka pendek (sampai dengan 50), jangka menengah (dari 50 sampai 100). dan jangka panjang (100 dan lebih dari 100).

5. Munculnya jarak terbesar antara dua rata-rata dengan parameter yang berbeda (cepat dan lambat) memberi kita sinyal bahwa sebuah pembalikan tren mungkin akan terjadi.

Indikator “Moving Average”

 

Kekurangan


 

Ketika kita menggunakan metode moving average untuk trading berdasarkan tren, selalu ada lag pada saat memasukkan poin entri. Akibatnya, bagian penting dari pergerakan tren akan hilang.

Menggunakan moving average ketika pasar sedang datar (flat) memicu munculnya sinyal-sinyal palsu dan mengakibatkan loss.

* * *

Simak penjelasan tentang pengaturan profesional indikator “Moving Average” di artikel kami selanjutnya tanggal 6 April.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.