Melihat Dunia dan Temukan Diri: Empat Tempat Untuk Pulihkan Jiwa

0 231

Bagian ll

Di artikel sebelumnya kami membahas tentang tempat-tempat di mana Anda tidak hanya bisa bersantai. Namun juga merasa hidup kembali dan menumbuhkan semangat untuk pencapaian baru. Hari ini, kami akan mengisahkan tentang Jamaika dan Jepang.

Jamaika: Pulau Bajak Laut

Negara pulau ini dipuja oleh Bob Marley, penampil reggae ternama. Dalam lagu-lagunya ia bercerita tentang keramahan masyarakatnya, Matahari, dan tarian. Meski sangat terkenal di seluruh dunia, Marley bukanlah satu-satunya tentang Jamaika. Sejarah pulau ini kaya akan peristiwa. Di Abad Pertengahan, orang-orang Spanyol mendarat di Jamaika. Lalu Inggris mengambil alih pulau ini, demikian juga bajak laut yang memilih pantai Jamaika sebagai zona parkir mereka. Itulah tempat di mana mereka memulai dan mengakhiri penyerbuan ke Karibia, di mana para penyamun laut menjarah para pedagang dan menjelajah dengan kapal perang.

Romantisme bajak laut telah berlalu. Hari ini, orang-orang mengunjungi Jamaika demi melihat pantai-pantai indahnya. Namun, tidak semua orang tahu bahwa masih mungkin untuk menyentuh masa lalu negara mempesona ini dalam arti yang sesungguhnya. Pastinya kalau Anda tahu cara menyelam.


Port Royal adalah ibu kota bajak laut Jamaika. Akan tetapi, tidak mudah mencari tempat ini di peta. Hanya ada beberapa bangunan tersisa yang cukup besar untuk ukuran jaman itu. Saat mengamatinya, sulit dipercaya kalau hampir 10 ribu orang tinggal di sana empat abad silam.

Di abad 17 gempa bumi menghantam tempat ini, dan sebagian besar kota itu tenggelam ke dasar laut. Dewasa ini, para penyelam dari seluruh dunia datang ke selatan Jamaika untuk menelusuri sisa-sisa Port Royal.

Cobalah jelajahi reruntuhan dasar laut, dan Anda dapat menemukan artefak yang dulunya digunakan untuk menghidupkan tempat ini: pipa, botol, dan mug tanah liat. Kalau Anda menikmati petualangan ini, tujuan Anda berikutnya adalah kapal AS Texas Wreck yang tenggelam tak jauh dari situ di tahun 1944.

Jepang: Melebur bersama Tokyo

Lebih dari 35 juta orang tinggal di ibu kota negara terdepan di bidang teknologi se-Asia (bahkan sedunia). Barangkali, hanya di Tokyo Anda bisa mengalami relaksasi paradoks yang sangat, merasa bebas dan kesepian di tengah kerumunan orang yang bergegas hilir mudik di jalanan megalopolis. Orang-orang yang tak bisa tidak mengabaikan kehadiran Anda.

Meski demikian, para pecinta museum dan sejarah akan menikmati kunjungan mereka di sana karena Jepang adalah negara yang kaya budaya. Ibu kota ini pertama kali disebut dalam sejarah tertulis abad XII. Tetapi data arkeologi menunjukkan bahwa wilayah Tokyo modern telah ditinggali di Jaman Batu.
Sebuah tempat yang wajib dikunjungi semua pecinta Jepang adalah istana dan taman Kaisar. Namun kalau kita membicarakan tentang orang-orang sukses yang datang ke Jepang untuk mencari inspirasi, destinasi utama mereka adalah museum samurai.


Para pendekar profesional kuno ini dengan sepenuh hati dan setia melayani shogun mereka (komandan dan penguasa tertinggi), dan menjadi perwujudan ketenangan dan kekuatan sejati untuk seluruh masyarakat.

Baju zirah para pendekar Jepang adalah sebuah karya seni. Tiap elemen baju zirah menunjukkan asal usul samurai dan posisinya dalam masyarakat. Detil persenjataan bukan hanya menunjukkan status si pendekar, tapi juga agar musuh tahu siapa yang dihadapinya.

Samurai juga ternama karena aktivitas non perang mereka. Banyak samurai yang terlibat dalam jual beli, meski dilarang oleh shogun. Karakter samurai yang ditempa oleh latihan terus menerus, peperangan, dan ekspedisi militer menjadikan samurai sukses di bidang apa pun.

Bisa jadi setelah berjalan-jalan di jalanan Tokyo, Anda akan merasa seperti seorang samurai juga. Meski sedikit sudah cukup untuk memahami bahwa Anda siap untuk melangkah ke depan meraih sukses.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.