Olahraga dan kesuksesan: 6 kisah trader ternama

0 116

Olahraga adalah bagian penting dari kehidupan orang-orang sukses. Latihan fisik membantu mengurangi stres, meningkatkan vitalitas tubuh, dan hiburan di tengah rutinitas pekerjaan.


Investor sukses era modern dan para legenda Wall Street meluangkan banyak waktu buat berolahraga. Apa sih olahraga favorit orang-orang yang kekayaannya diperkirakan sudah trilyunan ini? Simak kisah mereka di bawah ini.

 

Jan Sramek


 

Salah satu duta paling cemerlang generasi baru trader memenangkan medali “Olympic Hope” (kompetisi dayung tahunan) Ceko sebelum kuliah. Jan sudah bermain handball sejak masih kanak-kanak dan berhasil meraih gelar di cabang olahraga ini. Di usia 22 Jan menjadi terkenal di sektor finansial berkat karirnya di Goldman Sachs. Di tahun 2011, Sramek mendirikan hedge fund (reksa dana) sendiri. Ia tidak pernah jadi juara Olimpiade, tapi olahraga masih menjadi bagian penting dalam kehidupannya.

 

George Soros


 

Selain punya hobi main “Monopoli”, George Soros juga main ski, berlayar, berenang, dan main tenis di masa mudanya. Namun, waktu terus berjalan. Buku “Soros about Soros” diterbitkan ketika Soros berusia 66 tahun. Di buku itu sang investor legendaris mengakui dirinya sudah lelah main ski, olahraga yang disukainya sejak masih muda. Akan tetapi, saat ini ia masih suka bermain tenis.

 

Lewis Borsellino


 

Ayah Lewis Borsellino menanamkan rasa cinta pada olahraga sejak sang investor masih kecil. Akan tetapi, saat ia berlaga dalam pertandingan olahraga, ayahnya tidak dapat hadir karena divonis hukuman penjara selama 13 tahun. Borsellino remaja bukan hanya angggota tim sepak bola, ia juga bergabung dengan tim joki. Ia mengungkap kisah ini di otobiografi larisnya “Blood, sweat, and tears of success”. Selain itu, Lewis mengakui apa yang dialami ayahnya dan bertanding mencegahnya dari tindakan-tindakan negatif.

 

Steve Fosset


 

Hidup bergelimang harta tak membuat James Stephen (Steve) Fosset menghentikan kecintaannya pada olahraga ekstrim. Kematian Steve di tahun 2007 juga tak kalah ekstrim, yaitu akibat pesawat terbang mini yang dikemudikannya jatuh di pegunungan. Sisa-sisa kecelakaan baru ditemukan satu tahun kemudian. Bagaimanapun, sampai kematiannya Fosset telah menaklukkan Everest dua kali, menyeberangi Selat Inggris, dan terbang mengelilingi dunia dengan balon udara panas seorang diri. Singkatnya, hidupnya cemerlang dan penuh petualangan. Keren kan?

 

Paul Tudor Jones


 

Paul adalah sosok yang pantas mendapat gelar “King of Wall Street”. Di masa mudanya ia menekuni tinju dan ikut serta dalam turnamen pelajar. Namun, di usia 22 tahun ia meninggalkan karir sebagai petinju profesional untuk sebuah profesi membosankan dan tak menjanjikan sebagai juru tulis di pusat jual beli kapas. Meski demikian, beberapa tahun kemudian Jones berhasil menaklukkan dunia trading berkat kemampuannya dalam trading positions, yang melampaui volume trading positions pesaing-pesaingnya. Sangat mungkin ia mengembangkan kemampuannya merancang strategi berisiko di ring tinju.

 

Guy Adami


 

Dari kapten tim basket dan tim sepak bola sekolah jadi milyuner, inilah kisah trader dan investor ternama Guy Adami. Seperti orang-orang sukses lainnya, Guy mulai berkarir sejak usia muda. Di usia 23 tahun ia telah bertrading kontrak di pit jual beli saham. Kemudian ia berkarir di Goldman Sachs dan perusahaan besar lainnya. Adami tetap menekuni olahraga triathlon dan ia juga meraih prestasi di bidang ini. Ia merebut tempat pertama pada salah satu putaran turnamen triathlon Ironman di tahun 2012.

Nah, sekarang Anda sudah tahu kan tentang kisah jawara trading sejati. Mereka punya karakter yang berbeda dan meraih sukses dengan cara yang berbeda juga. Tetapi bagi mereka, olahraga menjadi elemen penting yang membentuk dan mengokohkan karakter masing-masing sehingga berhasil menduduki tempat teratas di dunia trading.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.