Prinsip Defisit. Bagian II

0 222

Dalam artikel ini kita akan melanjutkan pembahasan tentang bagaimana prinsip defisit dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan dalam trading.

Anda masih ingat kan tentang bunyi prinsip defisit ini, yaitu nilai suatu barang atau hal lain akan bertambah ketika barang atau hal tersebut menjadi tidak bisa diakses atau diraih. Maka itu, akan terbentuk suatu efek kompetisi untuk mendapatkannya.

Berikut merupakan apa yang disampaikan oleh Robert Cialdini dalam bukunya yang berjudul “Pengaruh: persuasi psikologi”: “[…] jika suatu barang atau hal sifatnya terbatas, maka akan tercipta efek kompetisi untuk mendapatkanya. Selain fakta bahwa nilai semua hal atau barang yang ketersediaannya terbatas pasti akan naik di mata publik, akan terbentuk juga keinginan yang kuat untuk memiliki hal atau barang tersebut ketika memang kita harus berkompetisi untuk mendapatkannya.

Kami akan menyediakan sebuah contoh bagi Anda. VTB, salah satu bank terbesar di Rusia, mengadakan IPO (Penawaran Umum Perdana) di tahun 2017. Berkat iklan dan promosi yang besar-besaran, serta rendahnya harga yang ditetapkan (harga satu lot saham hanya 13.6 kopeck), VTB berhasil mendapat 115,000 pemegang saham baru dan menjual 22.5% saham mereka.

Menurut kami, kompetisi merupakan alasan dibalik kesuksesan ini. Penawaran tahap awal yang dilakukan ke publik selalu bersifat terbatas. Dan hal tersebut berhasil menciptakan daya tarik yang besar dikalangan investor, yang mana berhasil meningkatkan permintan publik.

Di saat yang sama, harga yang ditawarkan hanya sebatas 11.3-13.6 kopeck, dan menurut para analis, ketika harga mencapai batas atas, maka kemungkinan besar harganya akan jatuh. Namun begitu, prediksi para analis ini tidak banyak didengar oleh para investor, dan akhirnya “IPO nasional” berjalan sukses, tapi sayannya hanya berjalan sukses bagi perusahaan VTB saja. Harga saham bank ini jatuh, dan bahkan tidak pernah menyentuh kembali ke tingkat awal penjualan.

Untungnya, akses ke sumber daya finansial di pasar sekunder (pasar cair) secara umum bersifat tidak terbatas. Namun begitu, hal ini tidak berarti bahwa tidak terjadi prinsip “kompetisi” antar trader. Di sini, profit bisa menjadi sumber daya yang sulit untuk didapat.

Keinginan kuat untuk mendapatkan sumber daya atau profit ini, sering mengakibatkan trader untuk mengambil keputusan yang tergesa-gesa, seperti berusaha keras untuk “menangkap” puncak pergerakan harga tertinggi guna memaksimalkan keuntungan. Sayangnya, 99% dari bentuk usaha seperti ini malah mengakibatkan kerugian yang lebih besar bagi mereka yang mencoba.

Salah satu aturan dasar dalam trading adalah untuk tidak berusaha menangkap harga tertinggi atau terendah. Tunggu sampai Anda mendapatkan konfirmasi untuk posisi Anda. Setelah itu, segeralah melakukan trading berdasarkan tren.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.