Kesalahan akibat tidak pikir panjang

0 143

Tiap hari arus informasi membanjiri kita. Berita tentang banyak hal dan inti persoalan menjebak kita, kadang memaksa kita membuat keputusan tanpa pikir panjang.

Sebagaimana dikemukakan Robert Caldini dalam bukunya “Psikologi Persuasi”: “Dalam upaya menghemat waktu, kadang kita menolak untuk memproses [ … ] informasi seutuhnya dan membuat keputusan tanpa pikir panjang [ … ], dengan hanya memperhatikan salah satu elemennya”.

Heuristic (membuat kesimpulan sendiri) adalah berdasarkan pada prinsip otomatisme. Ini adalah cara untuk mengurangi pemrosesan informasi, yang sudah kami sebutkan dalam artikel sebelumnya. Inilah yang ditulis Thomas Oberlechner dalam bukunya “Psikologi Pasar Forex” : “Para trader tidak memroses informasi dengan cara yang sepenuhnya rasional, sebagaimana dideskripsikan oleh ekonomi tradisional. Untuk membuat keputusan, mereka perlu mengurangi dan menyederhanakan arus informasi di sekitar mereka.”

Untuk melakukan ini, mereka menggunakan metode psikologis pengurangan dan penyederhanaan peraturan empiris yang membantu mereka memroses informasi pasar secara cepat dan kompeten.”

Namun, kadang kala kompetensi memrosesan informasi dapat dipertanyakan. Ini terjadi ketika seorang pengemudi yang telah melakukan perjalanan selama bertahun-tahun tanpa mengalami kecelakaan tiba-tiba berpikir bahwa ia bisa melakukan segalanya. Sama seperti para trader yang telah menggunakan instrumen finansial selama beberapa saat, karena satu dan lain hal, mulai percaya kalau mereka sudah cukup memahami pasar agar dapat membuat keputusan secara cepat (“tanpa pikir panjang”).

Terlebih lagi, kadang masyarakat bahkan tidak mencoba memikirkan sebuah alternatif dalam membuat keputusan. Oberlechner mengutip salah satunya: “Sebagian besar keputusan saya adalah berdasarkan sedikit informasi, perasaan, dan kenekatan. Mari kita bahas sebuah contoh. Kita lihat pergerakan yen cukup bagus, kita lihat ada masalah di sistem perbankan, jumlah pengangguran bertambah, dan orang bisa melihat kalau ada sesuatu yang akan terjadi dengan yen. Anda sebaiknya memilih mata uang yang paling menarik untuk trading, itu saja. Kadang-kadang Anda punya terlalu banyak informasi. Cukup gunakan akal sehat dan bertindaklah.”

Terkait statistik tentang sebagian trader yang, sayangnya, kehilangan uang mereka, kami rekomendasikan untuk melihat kembali keputusan-keputusan yang diambil dalam proses trading. Lakukan evaluasi dari sudut pandang alternatif. Apakah keputusan-keputusan itu terlalu disederhanakan dan tanpa pikir panjang? Bukankah penting untuk mencari informasi tambahan agar keputusan Anda akurat?

Tentu saja, ada terlalu banyak keraguan saat trading. Akan tetapi, menurut kami, lebih baik jangan lakukan apapun daripada melakukan sesuatu secara serampangan.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.