Tumbangnya Facebook: Kemarahan Para Investor atau Sabotase Zuckerberg?

0 121

Saham Facebook menderita kejatuhan besar dalam sejarah, yaitu turun hampir 20% setelah perusahaan itu mengumumkan laporan finansial kuarter kedua.

Media terkemuka telah mengkalkulasi bahwa Mark Zuckerberg menderita kerugian sekitar 17 biliun dolar. Apa yang sebenarnya terjadi? Benarkah pendiri perusahaan ini telah jatuh miskin?

Perbedaan antara pendapatan yang diharapkan dan jumlah aktual 13,23 biliun dolar adalah sekitar 130 juta dolar. Dalam skala perusahaan itu, ini adalah jumlah enteng yang tidak mungkin bisa mempengaruhi pasar.

Para trader mulai menjual saham bahkan sejak pra pembukaan pagi hari, meskipun ada pertumbuhan pendapatan 5,11 biliun dolar. Siapa pun sebaiknya ingat bahwa Facebook harus menaikkan biaya yang berkaitan dengan perlindungan data pribadi setelah skandal kebocoran informasi pribadi 50 juta penggunanya. Dengan demikian marjin profit saat ini bisa dianggap memuaskan.

Bila Anda mempelajari aspek non finansial laporan itu, Anda bisa melihat sinyal melambatnya jumlah pengguna. Alasannya bisa jadi karena perusahaan lebih menekankan implementasi Regulasi Perlindungan Data Umum Uni Eropa (EU GDPR).

Faktanya, Facebook pernah dalam situasi sulit dan harus fokus pada aspek non klien bisnis mereka.

Kelihatannya semua bisa dipahami dan kolaps 20% adalah reaksi normal para trader. Tapi tidak demikian. Penurunan itu terlalu tajam dan kuat, seharusnya ada penyebab yang kuat juga.

Kami akan menerangkan apa saja penyebab yang dimaksud. Alasan-alasan ini awalnya tidak terlalu jelas, akan tetapi bisa jadi salah satu pemicu utama “Kamis Hitam” Facebook.

https://lh4.googleusercontent.com/Kl1RajTdAGbM-Lb6NU258NgToYhN7cdCiaptj19fdJZdLJ0yH3gWGI4lQtiMmYpZPiGA7FYLLM3_ySA0dwjF3-QedMFQdegiNWgit1ja1fBHKD3YvUygoTM4cG8SEoT3v90Ub8d4

Alasan pertama: Kemarahan para investor.

Orang-orang menyukai sesuatu yang cepat menghasilkan. Sejak menggelar penawaran umum perdana (IPO)-nya, Facebook hanya punya satu laporan kuarter (April 2015) yang lebih buruk dari prediksi data pendapatan. Perbedaannya adalah sekitar 15 juta dolar. Dividen dibayarkan pada para investor secara hati-hati. Pemegang saham sering mendapat lebih daripada yang diprediksikan para ahli. Namun laporan kemarin memang kurang menyenangkan. Prediksi laba 1,75 dolar per lembar ternyata lebih dari angka sesungguhnya yaitu 1,74 dolar per lembar.

Perbedaan 1 sen ternyata mengecewakan para investor. Ditambah dengan pembelian besar-besaran (overbought) teknikal aset ini pada jangka waktu lebih tinggi, bahkan perbedaan kecil pun bisa jadi pemicu aksi jual.

Alasan kedua: Sabotase Zuckerberg

Juli 2018 adalah bulan produktif untuk Facebook. Para investor dapat menghasilkan sekitar 12% hanya dari perbedaan angka jual beli. Nilai saham ditahan di atas 200 dolar, tapi investor ingin lebih. Sedikit yang tahu bahwa saat itu Zuckerberg mulai bermain melawan mood para trader.

Menurut Komisi Jual Beli dan Sekuritas (SEC) AS, Mark Zuckerberg telah menjual 944 ribu saham perusahaannya di bulan Juli dan mendapatkan lebih dari 190 juta dolar. Apakah Zuckerberg tahu tentang ketidaksesuaian antara data laporan dan prediksi para analis? Itu sangat jelas. Namun, apa pun yang terjadi telah terjadi.

Asal tahu saja, Anda perlu tahu bahwa di tahun 2018 Facebook bukan hanya jejaring sosial. Biliunan orang di dunia memakai produk Zuckerberg dan timnya, termasuk WhatsApp dan Instagram. Sangat jelas bahwa tidak ada yang bisa menggantikan Facebook dalam waktu dekat.

Artinya, laporan finansial perusahaan sangat mungkin akan membaik. Peristiwa-peristiwa di bulan Juli akan dilupakan, karena sudah pernah terjadi sebelumnya.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.