Analisa

Berita, Tren, & Analisa 25.06.2021

GBP Naik Turun

Fokus hari ini adalah Indeks Pengeluaran Pribadi Inti dan Indeks Pengeluaran Pribadi AS, posisi bersih spekulatif CFTC GBP, posisi bersih spekulatif CFTC JPY.

 

Kalender

12:30 UTC

Indeks Harga Pengeluaran Pribadi Inti Bulanan AS dirilis. Prediksi: 0,6%. Rilis data yang lebih tinggi dibanding prediksi bisa meningkatkan nilai USD.

Aset perdagangan: EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY


21.00 WIB

Sentimen Konsumen Michigan AS bulan Juni akan dirilis. Prediksi: 86.4. Bila angka aktual lebih besar daripada prediksi, USD bisa naik.

Aset perdagangan: EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY

 

Berita

Bank Sentral Inggris mengadakan rapat bulanan kemarin. Hasil rapat menyatakan bahwa suku bunga dan program pembelian obligasi akan dipertahankan sampai ada pertanda lain terkait proyeksi ekonomi Inggris yang optimistis, angka pengangguran yang lebih rendah, dan dinamika inflasi yang lebih baik. Memengaruhi GBP


Microsoft menjadi perusahaan publik Amerika kedua dengan kapitalisasi pasar sebesar 2 triliun dolar. Di saat yang sama, Microsoft juga bersaing memperebutkan pangsa pasar dengan Apple dengan merilis versi baru Windows yang diharapkan dapat menarik klien baru. Memengaruhi Microsoft


NASDAQ menyentuh harga tertinggi baru di atas 14000. Bidang teknologi memang sedang mengalami kemajuan, sedangkan S&P 500 masih mengintip level 4300 dan cenderung tidak naik. Memengaruhi NASDAQ


Pemimpin Saudi Aramco Yasir Al-Rumayyan bergabung dengan dewan direksi penyulingan minyak India Reliance. Walaupun tidak berdampak pada harga minyak secara langsung, hal ini melebarkan pengaruh OPEC dan khususnya Arab Saudi di tengah dinamika harga minyak global. Memengaruhi Brent


Visa akan mengakuisisi platform perbankan terbuka Tink dari Swedia senilai 2,2 biliun dolar. Pengumuman ini dirilis kemarin, dan mungkin bisa membantu harga sahamnya menembus resistance 235 dolar. Transaksi baru ini menjadi kesempatan bagi Visa agar lebih cepat menjangkau pasar Eropa. Memengaruhi Visa

 

Analisa Teknikal

GBP/USD

Kamis lalu Bank Sentral Inggris mengumumkan akan mempertahankan suku bunga dan mempertahankan program pembelian obligasi. Secara umum, pengumuman itu tidak terlalu dapat menumbuhkan optimisme khalayak. Akibatnya, GBP turun cukup banyak dibanding mata uang lainnya segera setelah detail keputusan dirilis ke publik.

Perinciannya adalah, GBP/USD mendatar di atas support jangka menengah 1.38 dan pengumuman BOE membuatnya turun di bawahnya. Maka ada kecenderungan support EMA 100 akan segera ditembus (jingga).

Emas

Virus korona dan masalah inflasi di seluruh dunia secara mantap mendorong harga emas ke target naik 1800.

JP Morgan Chase

JPMorgan membeli Saham Grup Kraft Analytics. Ini seharusnya bisa membantu harga naik menembus resistance EMA 100 (jingga) sebesar 150 dolar per lembar.

Related posts
Analisa

Prediksi PDB Brasil

Anggaran Brasil untuk 2020 tunjukkan pertumbuhan PDB relatif kecil, serta inflasi sedang.