Analisa

Tinjauan Pakar: Apakah Emas Investasi Terbaik Saat Ini?

Analisis jangka menengah dari Pakar Olymp Trade

Ekonomi China melambat, Taliban berkuasa di Afghanistan, dan ketegangan varian delta virus corona mulai menguat. Apa yang terjadi di pasar emas usai menurunnya harga, dan mengapa pulih begitu cepat? Para analis Olymp Trade menunjukkan bagaimana hal ini mempengaruhi pasar komoditas, valuta asing, dan mata uang kripto.

 

Tren Mingguan

  • NZD/JPY   −2.26%. Trading turun dengan 100 dolar dan pengganda X200 bisa menghasilkan 452 dolar.
  • EUR/NZD  +1.60%. Trading naik dengan 100 dolar dan pengganda X200 bisa menghasilkan 320 dolar.
  • EUR/AUD    +1.25%. Anda bisa memperoleh 250 dolar dengan trading naik pada 100 dolar dan pengganda X200.

Pasar Komoditas

Emas terus naik, kembali ke 1.800 dolar per troy ounce setelah turun ke 1.680 dolar. Alasan mendasar pada penguatan logam mulia ini adalah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan kekhawatiran bahwa penyebaran cepat virus korona varian Delta dapat menghambat pemulihan ekonomi global.

Pada pertengahan pekan, dukungan lokal untuk harga diperoleh dari data inflasi di AS. CPI inti naik 4,3% dibandingkan Juli tahun lalu setelah meningkat 4,5% pada Juni lalu. Perlambatan inflasi memberi tekanan pada dolar, mengurangi kemungkinan pengetatan kebijakan moneter dalam waktu dekat. Mengikuti dolar, imbal hasil obligasi Keuangan 10 tahun terus menurun hingga mencapai 1,32%.

Ada kekhawatiran yang sedang berkembang tentang lonjakan kasus baru Covid-19 karena virus korona varian Delta yang memiliki tingkat infeksi lebih tinggi. Beberapa analis percaya bahwa beberapa pemerintah bertindak berlebihan terhadap kasus Covid-19 yang memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi. Semua ini memperkuat aset defensif dan terlebih lagi emas.

Secara umum, kami bisa mengatakan bahwa menurunnya harga emas tidak mempengaruhi data fundamental dengan cara apa pun. Logam mulia ini masih memiliki peluang bagus untuk kembali ke rekor nilai di atas 2.000 dolar per ounce pada akhir 2021.


Harga minyak mentah Brent terus menurun dan diperdagangkan di dekat level support atau 66,5 dolar per barel. Tekanan pada harga diakibatkan peningkatan kasus infeksi varian delta virus corona di seluruh dunia. China adalah konsumen hidrokarbon terpenting di dunia. Para investor khawatir bahwa gelombang pembatasan baru dapat mengurangi permintaan bahan bakar minyak.

Di China, wabah baru bertepatan dengan kondisi cuaca ekstrem. Akibatnya,

pertumbuhan ekonomi negara tersebut menurun drastis. Pertumbuhan produksi industri melambat dari 8,3% di bulan Juni menjadi 6,4% pada Juli lalu. Penjualan ritel meningkat 8,5% terhadap prediksi pertumbuhan 11,5%. Pertumbuhan investasi melambat dari 12,6% menjadi 10,3%.

Memburuknya situasi epidemiologis di China mengakibatkan penurunan konsumsi minyak global lebih dari 3%. Jika tren ini berlanjut, pasar minyak akan menghadapi periode penjualan yang melambat.

Pasar Keuangan

Taliban berkuasa dengan tanpa membuang waktu di Afghanistan dan memicu ketegangan geopolitik. Wabah baru varian Delta Covid-19. Perlambatan ekonomi China, terbesar kedua dunia. Faktor-faktor ini memaksa para investor untuk beralih ke aset aman; yaitu obligasi pemerintah AS dan yen Jepang.

USD/JPY bergerak dalam tren menyamping setelah menembus garis tren Januari. Support lokal berada di level 109,0 dan resistance berada di level 110,5. Bila situasi geopolitik tidak berubah menjadi lebih baik, arah harga dapat diperkirakan kembali ke bagian teratas kisaran ini.

Untuk dolar AS, tanggal besar berikutnya adalah 26 Agustus ketika konferensi Jackson Hole berlangsung. Jerome Powell siap mengklarifikasi bagaimana dan kapan Fed mulai memotong pembelian obligasi. Menurut Presiden Federal Reserve Bank of Boston, target inflasi sudah terpenuhi. Oleh karena itu, jika laporan ketenagakerjaan September sekuat laporan sebelumnya, maka program pelonggaran kuantitatif sebesar 120 miliar dolar per bulan mungkin berakhir pada pertengahan 2022.


Pound Inggris berada di bawah tekanan selama sepekan. Pada pertengahan pekan lalu, pound secara tak terduga berada di bawah tekanan akibat kekhawatiran tentang Brexit. Irlandia mulai mengimpor barang ke UE, menghindari Inggris. GBP/USD menuju support pada 1,3600.

 

Pasar Mata Uang Kripto

Bitcoin terus meningkat hingga mendekati angka 50.000 dolar. Saat ini, aset tersebut berkonsolidasi di area 46.000-48.000 dolar per koin. Para analis Glassnode percaya bahwa efek FOMO akan segera muncul, yang akan memicu tren terkini. Mereka mengutip fakta bahwa para penambang terus mengakumulasi cadangan; memburu bursa kripto, aliran moderat, dan keuntungan bersih di dalam jaringan yang belum terealisasi.

Para investor institusional juga membangun posisi mereka. Empat perusahaan manajemen aset AS meningkatkan investasinya pada pengelola dana investasi bitcoin Grayscale dan mereka telah mengumumkan pembelian 69.000 saham perusahaan itu.


Sementara itu, Bank Sentral China terus menekan berbagai perusahaan yang terkait dengan kripto. Bank Rakyat China di Shenzhen mulai menyelidiki aktivitas organisasi yang diduga melakukan transaksi ilegal dengan aset digital. Regulator tersebut “segera menertibkan dan membuat penyesuaian” untuk kinerja 11 perusahaan.


Mata uang kripto meme Dogecoin terus berkembang berkat cuitan dari Mark Cuban dan Elon Musk. Selama sepekan, pertumbuhannya melampaui 45%. Mark Cuban, pemilik tim basket Dallas Mavericks, mengumumkan diskon pernak-pernik klub bagi mereka yang membayar dengan Dogecoin. Ia juga menyebut Dogecoin “mata uang kripto ‘terkuat’ sebagai alat tukar.” Elon Musk menjelaskan bahwa “ia sudah sering mengatakannya sejak beberapa waktu lalu.”

 

Kesimpulan

Emas hampir sepenuhnya pulih dari penurunan yang terjadi belakangan ini, mendapatkan dukungan sebagai aset defensif. Para investor kembali mengincar aset aman tersebut karena situasi geopolitik dan epidemiologis dunia yang tegang sehingga mata uang seperti JPY dan CHF akan lebih bergejolak dari biasanya.

Related posts
Analisa

Masih Rendah

Data sesuai ekspektasi, tetapi muncul kekhawatiran akibat Yunani.
Analisa

Berita, Tren, Analisa 12.08.2020

Pasar AS tergerak oleh inisiatif pemerintahan Trump baru-baru ini, yaitu memberikan lebih banyak bantuan bagi para pekerja dan pembebasan pajak liburan untuk mengurangi tekanan...