Analisa

Catatan Awal Minggu: analisa dan prediksi — 02.11.2020

Analisa fundamental dan prediksi untuk waktu mendatang


Gelombang kedua COVID-19 terus mengambil alih.

 

Wajib diketahui

Jerman dan Prancis telah memberlakukan karantina secara nasional. Keputusan ini tidak terlalu mengejutkan bila dibandingkan keputusan terkait investasi, karena jumlah kasus COVID-19 di UE mulai memecahkan rekor. Tidak dapat dipungkiri, kuncitara (lockdown) baru bisa memperparah situasi ekonomi kawasan ini.


Jumlah pengajuan tunjangan penganggur di Amerika Serikat turun minggu lalu, dan data awal PDB kuartal ketiga lebih baik daripada perkiraan para ahli. Meskipun demikian, pemilu presiden AS akan digelar minggu depan dan peristiwa ini akan berdampak kuat untuk dinamika pasar finansial.


Jajak pendapat menunjukkan Bank Sentral Australia mungkin akan menurunkan suku bunga dari 0,25% menjadi 0,10% pada pertemuan selanjutnya pada hari Selasa, 3 November. Langkah ini akan berdampak pada posisi dolar Australia.


Jubir DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan pekan kerja tidak dapat mencapai kompromi untuk menyepakati paket insentif ekonomi baru. Hal ini mengakibatkan indeks saham mengakhiri minggu lalu dengan minus yang cukup dalam.


Akhir pekan lalu terungkap bahwa OPEC+ belum membicarakan tentang kemungkinan memperpanjang perjanjian pembatasan produksi minyak untuk 2021 mendatang. Para ahli yakin kelompok eksportir akan melakukan perundingan kembali, mengingat situasi pasar minyak yang semakin buruk. Hal ini tercermin dari pernyataan keuangan sejumlah perusahaan energi terbesar dunia.

 

Tinjauan fundamental

Boeing

Perusahaan penerbangan ini mengumumkan laporan keuangan kuartal ketiga pekan lalu. Terungkap bahwa kuartal ketiga adalah periode keempat perusahaan ini menderita kerugian secara berturut-turut, walaupun Boeing sudah berupaya mengurangi biaya produksi. Selain itu, berita negatif datang dari China. Kekaisaran mungkin akan menjatuhkan sanksi terhadap Boeing terkait penjualan senjata ke Taiwan. Kesimpulannya, gelombang baru COVID-19 sudah jelas akan menunda pemulihan layanan perusahaan penerbangan ini seperti semula.

Twitter

Pekan lalu tidak berjalan baik untuk Twitter. Saham perusahaan ini turun 15% setelah laporan keuangan kuartal diumumkan, di mana terjadi penurunan laba bersih sampai dengan 8 juta dolar.

Apple

Laporan kuartal Apple juga mengecewakan. Penjualan iPhone turun 21%. Tren negatif khususnya terjadi di China, di mana hasil penjualan turun sampai 29%.

 

Related posts
Analisa

Berita, Tren, Analisa 22.11.2019

Dua undang-undang yang bertujuan melindungi para pengunjuk rasa di Hong Kong telah diteken di Amerika Serikat Para pejabat Tiongkok mengutuk tindakan...
Analisa

Berita, Tren, & Analisa 02.04.2020

Presiden AS ingatkan warganya tentang akan datangnya minggu-minggu sulit dan kemungkinan meningkatnya kematian akibat COVID-19 hingga sekian ribu...
© 2014 - 2020 Olymp Trade. All Rights Reserved.