Analisa

Tinjauan Pakar: Minyak tertekan dan emas naik?

Analisa jangka menengah oleh pakar Olymp Trade


COVID-19 masih menyebar di seluruh dunia, menyebabkan keresahan pasar. Bank Sentral Federal AS mengisyaratkan revisi program QE. Dalam artikel ini, para analis Olymp Trade menerangkan bagaimana dampaknya untuk komoditas.

 

Tren Mingguan

  • EUR/NZD  −1.24%. Perdagangan turun dengan 100 dolar dan pengganda x200 bisa menghasilkan 248 dolar.
  • NZD/JPY  +2.16%. Perdagangan naik dengan 100 dolar dan pengganda x200 bisa menghasilkan 432 dolar.
  • AUD/JPY  +1.94%. Perdagangan naik dengan 100 dolar dan pengganda x200 bisa menghasilkan 388 dolar.

 

Pasar Komoditas

Emas sudah kembali ke level 1800 dolar per troy ounce. Di tengah rintangan jangka menengah, para analis tetap optimistis. Mereka menganggap harga bisa kembali ke 1900 dolar akhir tahun ini.

Bila pasar melihat bahwa Bank Sentral Federal AS melakukan tindakan untuk memperketat kebijakan moneternya, hal ini akan berarti penurunan harga emas (dan perak). Para trader yang meyakini isu tentang tindakan the Fed akan menjual fakta. Hal ini dapat berarti awal tekanan bearish bagi dua logam mulia ini dan mengindikasikan terjun bebas.

Skenario yang sama pernah terjadi Desember 2015. Penurunan tajam harga logam kemudian berlanjut dengan reli enam bulan. Alasan dan waktu terjadinya bisa dipahami. Para analis memperkirakan bahwa kenaikan harga yang sesungguhnya bisa terjadi tidak lebih cepat dari tahun 2023. Mungkinkah itu terjadi pada saat pengurangan QE yang mungkin akan diumumkan bulan-bulan mendatang?


Minyak mentah Brent mencapai minimum lokal persis di bawah 65 dolar per barel, tetapi kemudian kembali ke 70 dolar. Dari sudut pandang analisa teknikal, aset ini kelihatan melemah.

Secara fundamental, minyak juga tertekan akibat kekhawatiran tentang proyeksi pertumbuhan ekonomi global di tengah wabah lain COVID-19 di berbagai wilayah dunia.


Jumlah kasus baru COVID-19 di Amerika Serikat melampaui 140 ribu, 50% lebih tinggi dibanding jumlah kasus baru beberapa pekan lalu. Memburuknya situasi epidemiologi di AS sudah memengaruhi beberapa indikator makroekonomi utama dan mengisyaratkan perlambatan pada pemulihan ekonomi AS.

Ada informasi bahwa China sudah menutup salah satu terminal kargo di pelabuhan terbesar ketiga dunia setelah mendeteksi kasus infeksi COVID-19 pada salah seorang karyawan. Para pakar Bloomberg kembali memperingatkan bahwa langkah restriktif berulang mengancam rantai pasokan yang sudah rapuh, serta perdagangan global secara keseluruhan.

 

Pasar Mata Uang

Peristiwa penting pekan lalu adalah pernyataan Ketua Fed Jerome Powell dalam sebuah simposium di Jackson Hole pada 27 Agustus. Kali ini acara itu disiarkan secara daring.

Sebagaimana diperkirakan, Powell sedikit menyesuaikan pendekatan bank sentral terhadap kebijakan moneter. The Fed memperbolehkan inflasi di atas 2%, tetapi hanya untuk sesaat. Apabila inflasi turun di bawah 2%, ada tindakan yang mungkin akan dilakukan untuk bertahan di atas level tersebut.

Makna yang paling mungkin adalah program stimulus saat ini tidak akan berubah, meski pasar tenaga kerja mulai pulih dan ada penguatan ekonomi AS. Sementara itu, para investor menanti sinyal lebih lanjut tentang program pembelian kembali aset dan besaran suku bunga acuan the Fed sebelum pertemuan mereka pada 21 September.


Di akhir pekan, hampir semua mata uang utama turun. Para pelaku pasar memilih membeli USD. Penurunan AUD dan NZD memicu pelepasan aset berisiko. CHF dan JPY bertindak sebagai aset defensif.

Dolar Selandia Baru turun ke 0.6800 akibat kuncitara yang diterapkan pemerintah Selandia Baru. Kejatuhan harga dolar Australia terhadap dolar pertama kali terjadi setelah perilisan catatan rapat RBA, yang mengatakan Bank Sentral itu tidak berencana mengurangi volume pembelian obligasi di tahap ini. Kemudian penurunan nilai tukar juga diperparah oleh peningkatan jumlah kasus COVID-19.

 

Pasar Mata Uang Kripto

Bitcoin menguji level psikologis 50.000 dolar. Tren naik berlanjut dan memicu kenaikan cepat di pasar altcoin. Indeks dominan BTC terus menurun 44%. Selama pekan lalu, harga token platform Avalanche naik paling tinggi. Harga AVAX naik 120%. Cordano naik lebih dari 35% dan memperbarui harga tinggi sepanjang masa. Seperti yang diperkirakan, pasar beralih ke moda FOMO. Indeks ketakutan dan keserakahan mencapai 79 poin.


Sementara itu, China melanjutkan pengetesan yuan digital dan mengejar kebijakan pelarangan mata uang kripto. Yuan digital pertama kali digunakan untuk membayar komisi pembelian barang dalam transaksi berjangka di Bursa Komoditas Dalian. Di saat yang sama, pengadilan di salah satu provinsi memutuskan bahwa investasi atau perdagangan dalam mata uang kripto tidak dilindungi oleh undang-undang China.

Otoritas di provinsi lain meminta agar pembangkit listrik tenaga air menghentikan penyaluran listrik ke tambang-tambang kripto. Namun sejumlah negara, sebaliknya, sedang mengarah ke melegalkan penambangan kripto. 22 September mendatang Iran akan mengakhiri pelarangan penambangan aset digital yang diberlakukan musim semi lalu.


Sejumlah penyedia layanan pembayaran terus mengarah ke integrasi lebih lanjut pembayaran kripto. PayPal mengizinkan para pelanggan Inggris untuk membeli, menyimpan, dan menjual mata uang kripto. Para pengguna PayPal di Inggris bisa bertransaksi menggunakan Bitcoin, Ethereum, Litecoin, dan Bitcoin Cash.

 

Kesimpulan

Para pelaku pasar terus berusaha menghindari risiko. Kenaikan global jumlah kasus COVID-19 membuat para pemain galau, yang tercermin pada peningkatan volatilitas. Minyak terlihat sangat lemah dan cenderung turun. Emas dan berbagai aset aman lainnya bisa mengalami sejumlah faktor kenaikan tambahan, apalagi bila Bank Sentral Federal AS sudah menjelaskan posisinya terhadap kebijakan moneter.

Related posts
Analisa

Berita, Tren, & Analisa 16.07.2020

Berita tentang kemajuan pengembangan vaksin COVID-19 membuat pasar berpikiran positif, walaupun ketegangan antara AS dan Tiongkok meningkat.
Analisa

Berita, Tren, & Analisa 06.02.2020

Surat kabar Tiongkok Changjiang Daily memuat berita tentang keberhasilan para ilmuwan dalam memerangi virus korona. Berita ini menyebabkan kenaikan drastis pada harga minyak.
Analisa

Berita, Tren, & Analisa 04.09.2019

Minyak mendapat stimulan negatif akibat kurangnya perkembangan pada negosiasi antara AS dan Cina, serta naiknya produksi minyak di negara-negara OPEC.